Surakarta, 8 Agustus 2026 – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UMS 2026, jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan Pra-Rakerpim yang berlangsung di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (8/8). Forum ini menjadi tahapan penting untuk mematangkan substansi dan menyelaraskan arah pembahasan sebelum Rakerpim dilaksanakan pada tanggal 18–20 Agustus 2026.
Pra-Rakerpim melibatkan Rektor, Wakil Rektor, Kepala Badan, Dekan, Ketua Lembaga, Direktur, Kepala UPT, hingga Deputi Bidang. Keterlibatan pejabat eselon 1 hingga 5 tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesepahaman atas prioritas pengembangan universitas sekaligus memastikan setiap agenda transformasi dapat diterjemahkan secara terintegrasi hingga tingkat pelaksana.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemaparan materi Pra-Rakerpim oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMS, Ir. Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. Paparan tersebut memberikan kerangka pembahasan bagi peserta sebelum memasuki sidang komisi, khususnya dalam menelaah agenda strategis yang akan menjadi bagian dari pembahasan Rakerpim UMS 2026. Selain itu, pada acara Pra Rakerpim kali ini juga diperkenalkan sistem informasi terbaru untuk mempermudah proses dokumentasi dari kegiatan rakerpim serta monitoring kinerja di UMS.
Berbeda dari forum yang hanya berorientasi pada penyampaian program, Pra-Rakerpim diarahkan sebagai ruang untuk menguji kembali keterkaitan antara tantangan yang dihadapi universitas, arah kebijakan, dan langkah implementasinya. Melalui proses tersebut, setiap bidang didorong untuk melihat agenda pengembangan UMS secara lintas fungsi sehingga kebijakan yang dirumuskan tidak berjalan secara parsial.
Enam Agenda Transformasi UMS
Pembahasan kemudian berlangsung melalui enam komisi yang merepresentasikan agenda transformasi universitas. Komisi pertama berkaitan dengan Transformasi Pendidikan UMS menuju Universitas Unggul, Humanis, dan Berkelas Dunia melalui Integrasi Kualitas, Digitalisasi, dan Globalisasi.
Komisi kedua berfokus pada Transformasi Tata Kelola Sarana Prasarana dan Keuangan UMS menuju Universitas Modern, Mandiri, Akuntabel, dan Berkelanjutan. Sementara itu, komisi ketiga mendalami Transformasi Pembelajaran dan Implementasi AIK serta Penguatan Employability Lulusan berbasis Nilai Islam Berkemajuan.
Pada aspek kelembagaan dan sumber daya manusia, komisi keempat membahas Transformasi SDM dan Digitalisasi Tata Kelola UMS menuju Universitas Profesional, Adaptif, dan Berdaya Saing Global. Adapun komisi kelima diarahkan pada Transformasi Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi UMS melalui Penguatan Ekosistem Inovasi, Tata Kelola Digital, Publikasi Bereputasi, dan Kolaborasi Global.
Melengkapi keseluruhan agenda tersebut, komisi keenam membahas Transformasi Perencanaan dan Sistem Mutu UMS melalui Integrasi Data, Evidence-Based Policy, dan Continuous Quality Improvement. Bidang ini menempatkan integrasi data, kebijakan berbasis bukti, dan peningkatan mutu berkelanjutan sebagai fondasi penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan universitas.
Dari Sidang Komisi Menuju Kesepahaman Bersama
Setelah pembahasan di masing-masing komisi, hasil perumusan dibawa ke sidang pleno. Forum pleno menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif antarkomisi, menyelaraskan berbagai rumusan, sekaligus mengidentifikasi isu lintas bidang yang membutuhkan perhatian bersama.
Tahapan ini penting karena transformasi universitas tidak dapat diselesaikan oleh satu bidang secara terpisah. Penguatan kualitas pendidikan, misalnya, memiliki keterkaitan dengan kesiapan SDM, teknologi, sarana prasarana, pembiayaan, sistem mutu, hingga kapasitas riset dan jejaring internasional. Karena itu, keselarasan antarkebijakan menjadi salah satu perhatian dalam proses Pra-Rakerpim.
Hasil Pra-Rakerpim selanjutnya menjadi bahan untuk mematangkan pembahasan pada Rakerpim UMS 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–20 Agustus 2026. Rakerpim diharapkan tidak berhenti pada perumusan program, tetapi mampu menghasilkan arah kerja yang semakin terukur, terintegrasi, dan dapat ditindaklanjuti oleh seluruh unsur universitas.
Melalui rangkaian Pra-Rakerpim hingga Rakerpim 2026, UMS memperkuat proses perencanaan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan transformasi institusi. Kolaborasi lintas bidang, pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan, serta konsistensi dalam implementasi menjadi modal penting untuk memastikan setiap agenda pengembangan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas dan daya saing UMS.
cs

