Workshop Penyusunan Draft Kebijakan Akademik 2025–2029: Strategi Menjawab Tantangan Global

Surakarta, 19 Mei 2025 – Sebagai bagian dari proses strategis dalam menyusun arah kebijakan akademik UMS yang adaptif dan berkelanjutan, Biro Perencanaan dan Pengembangan (BPP) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Draft Kebijakan Akademik untuk periode 2025–2029.

Dilaksanakan di Ruang Meeting Lantai 2 Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS, workshop ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan Kajian Kebijakan Akademik UMS yang telah dilakukan dalam beberapa sesi oleh taskforce kajian. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Akademik BPP sekaligus PIC kegiatan, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari respons UMS terhadap hasil analisis SWOT institusi. Kekuatan utama UMS terletak pada komitmen pimpinan terhadap pengembangan kelembagaan, sementara tantangan utamanya adalah meningkatnya persaingan antar perguruan tinggi, baik secara nasional maupun global.

Dalam koordinasi sebelumnya, telah dibahas berbagai elemen penting dari draft kebijakan, termasuk kebutuhan untuk menyusun sistem akademik yang mampu mendorong transformasi digital, internasionalisasi pembelajaran kampus, dan penguatan sistem penjaminan mutu UMS dalam bidang akademik. Peserta yang hadir dalam koordinasi tersebut mencakup pimpinan BPP, penanggung jawab akademik lintas unit dan fakultas, serta dosen yang terlibat dalam aspek perencanaan akademik dan kurikulum. Sebagai luaran dari workshop ini diharapkan dapat menghasilkan draft kebijakan yang nantinya akan menjadi rujukan bagi pelaksanaan program pendidikan, pengajaran, dan evaluasi pembelajaran di seluruh unit kerja akademik di UMS selama empat tahun ke depan.

Senada dengan hal di atas, Kepala BPP UMS, Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan pentingnya dokumen kebijakan akademik ini sebagai arah baru yang akan memperkuat daya saing UMS di tengah dinamika pendidikan tinggi. “Melalui forum ini, kita menyatukan pemikiran strategis lintas bidang untuk memastikan bahwa kebijakan akademik UMS ke depan selaras dengan tantangan global dan kebutuhan di dunia pendidikan masa kini,” ujarnya. Dengan keterlibatan unit di lintas bidang seperti Lembaga Penjaminan Mutu (LJM), Biro Inovasi Pembelajaran (BIP), hingga tim SDGs dari Biro Humas dan Pemeringkatan (BHP) UMS, proses penyusunan draft ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antar unit dalam mendukung pencapaian visi UMS sebagai universitas yang berkemajuan dan mampu memberi arah perubahan.

 

 

ada163

 

Scroll to Top