
Magelang, 29 Januari 2026 – Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Surakarta (BPP UMS) melaksanakan kunjungan ke Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Magelang (BPP UNIMMA) dalam rangka sharing session dan studi banding penguatan perencanaan strategis serta manajemen risiko perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Kampus 2 UNIMMA dan menjadi forum antar sesama perguruan tinggi Muhammadiyah.
Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala BPP UMS, Ir. Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., dan diterima langsung oleh Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., dan Kepala BPP UNIMMA, Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T.. Bagi BPP UMS, agenda ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkaya pendekatan perencanaan berbasis data serta memperkuat kesiapsiagaan institusi dalam merespons dinamika dan kompleksitas pengelolaan perguruan tinggi.

Dalam pengantarnya, Ir. Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan bahwa BPP UMS memandang penting pembelajaran lintas institusi dalam meningkatkan pemahaman terkait praktik perencanaan yang adaptif. Menurutnya, perubahan lingkungan pendidikan tinggi tidak dapat dihindari dan menuntut kesiapan kebijakan dan sumber daya yang terukur. “Melalui kunjungan ini, kami ingin belajar terkait best practice yang dijalankan oleh BPP UNIMMA, khususnya terkait manajemen risiko dalam menghadapi dinamika perguruan tinggi yang semakin kompleks. Perubahan harus dihadapi dengan perencanaan yang matang dan berbasis kajian,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T. memaparkan profil UNIMMA sekaligus menjelaskan peran strategis BPP sebagai unit yang berfungsi melakukan penyaringan dan pengkajian kebijakan sebelum ditetapkan sebagai keputusan institusional. Beliau menegaskan bahwa BPP UNIMMA berperan memastikan setiap kebijakan pimpinan memiliki landasan data dan analisis yang kuat. “Kami berupaya agar kebijakan yang diambil tidak sekadar berbasis asumsi, tetapi didukung oleh kajian yang komprehensif,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa salah satu produk utama BPP UNIMMA adalah kajian strategis dengan pendekatan evidence-based decision making. Pendekatan ini menjadi transformasi penting dalam pola pengambilan keputusan institusi. Sebagai contoh, BPP UNIMMA mengidentifikasi tantangan pada aspek brand awareness melalui analisis data dan komparasi dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) lain di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi strategis penguatan brand awareness melalui platform digital.
Bagi BPP UMS, paparan tersebut memberikan perspektif berharga tentang bagaimana kajian strategis dapat diarahkan secara lebih terfokus dan kontekstual. Diskusi berkembang pada aspek pengelolaan risiko, pemetaan isu strategis, serta mekanisme integrasi hasil kajian ke dalam kebijakan universitas. Forum ini juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai peran BPP sebagai think tank institusi yang menjembatani data, analisis, dan pengambilan keputusan pimpinan.
Melalui kunjungan ini, BPP UMS berharap pertukaran pengalaman dan best practice dengan BPP UNIMMA dapat menjadi referensi penting dalam penguatan perencanaan strategis dan manajemen risiko di lingkungan UMS. Sinergi antar institusi PTMA ini diharapkan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada keberlanjutan pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah.


cs153

