
Dalam rangka meningkatkan keseimbangan kerja dan kehidupan serta efisiensi operasional, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Biro Perencanaan dan Pengembangan (BPP) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Kajian Lima Hari Kerja pada Jumat, 14 Juni 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Meeting Tepi Danau, UMS, dipimpin langsung oleh Kepala BPP Munajat Tri Nugroho Ph.D., dan dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan pejabat administratif universitas.
Tujuan dari FGD ini adalah untuk mengevaluasi dampak dari implementasi sistem kerja lima hari terhadap efektivitas dan kesejahteraan anggota universitas. Selama pertemuan, dibahas pula tentang ketidakseimbangan jam kerja antara dosen dan tenaga kependidikan, serta perlunya penyesuaian dalam kebijakan kerja untuk mengakomodasi kebutuhan spesifik dari setiap unit.
“Pelaksanaan lima hari kerja telah menjadi norma baru di banyak sektor, dan kami ingin memastikan bahwa UMS tidak hanya mengikuti tren ini, tetapi juga melaksanakannya dengan cara yang meningkatkan produktivitas sambil mempertahankan kesejahteraan staf dan dosen,” ujar Munajat dalam pembukaan FGD.
Peserta FGD membahas berbagai aspek dari kebijakan lima hari kerja, termasuk keefektifan penggunaan waktu kerja, potensi penghematan biaya, dan dampaknya terhadap kinerja akademik. Mereka juga mengeksplorasi opsi untuk model shift kerja dan kegiatan pengembangan diri yang bisa diintegrasikan dalam kerangka kerja yang baru.
Farid Wajdi, salah satu peserta diskusi, menekankan pentingnya menilai kinerja berdasarkan hasil bukan hanya kehadiran fisik di kampus. “Kami perlu lebih fokus pada hasil yang dihasilkan dan mempertimbangkan insentif untuk jam kerja yang fleksibel, termasuk kegiatan di luar jam kerja reguler,” tambahnya.
FGD ini juga mencatat pentingnya simulasi dan data lebih lanjut sebelum implementasi penuh kebijakan lima hari kerja, menyoroti kebutuhan untuk kebijakan yang dinamis dan responsif terhadap umpan balik dari komunitas kampus.
Dengan kegiatan ini, UMS berharap dapat merumuskan kebijakan lima hari kerja yang tidak hanya efisien tetapi juga mendukung pengembangan profesional dan pribadi staf dan mahasiswanya. Selanjutnya, universitas berencana untuk melakukan evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian kebijakan berdasarkan hasil dari FGD dan data operasional yang terkumpul.

