
Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UMS Tahun 2024 telah sukses diselenggarakan pada 23–24 Agustus 2024. Berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan di luar kampus, Rakerpim tahun ini dilaksanakan di Gedung Induk Siti Walidah yang bertujuan untuk peningkatan efektifitas kegiatan. Dalam sesi pembukaan, Munajat Tri Nugroho selaku Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan (BPP) sekaligus ketua taskforce pelaksana Rakerpim menyampaikan bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal maka fasilitas kampus saat ini dirasa sudah sangat memadai, “jika bukan kita yang bangga kepada kampus kita, lalu siapa lagi”, papar Munajat dalam sambutannya. Senada dengan Munajat, Rektor UMS, Sofyan Anif, dalam sambutannya menekankan pentingnya masukan yang komprehensif untuk memperkuat program kerja berbasis skala prioritas.
Mengusung tema “Transformasi Progresif pada Pemantapan Reputasi Nasional dan Internasional”, Rakerpim tahun ini menekankan pada inovasi dalam perencanaan kegiatan dan tindak lanjut strategis yang lebih mengakomodasi kebutuhan universitas dalam berbagai tingkatan unit kerja. Sebagai jawaban dari hal tersebut, Rakerpim tahun ini juga memiliki berbagai inovasi baik itu yang telah dipaparkan dalam pelaksanaan maupun tindak lanjut pasca-Rakerpim.

SatuData dan MyAgenda

Dalam pelaksanaan Rakerpim, sebagai bentuk dari transformasi digital, telah di-launching dua platform digital terbaru di UMS yaitu SatuData UMS (satudata.ums.ac.id) dan MyAgenda (myagenda.ums.ac.id). SatuData UMS merupakan sebuah platform yang meng-compile data dari sumber internal maupun external UMS yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi untuk mewujudkan data-driven university untuk UMS yang lebih maju. Tujuan dari SatuData UMS adalah menyediakan data secara cepat dan akurat agar dapat memenuhi kebutuhan data stakeholder baik bagi developer, peneliti, civitas akademika maupun pengguna umum. Dalam pengembangannya, SatuData diinisiasi oleh Biro Humas dan Pemeringkatan (BHP) dan akan berkolaborasi dengan Biro Teknologi Informasi (BTI) sebagai administrator. Wujud lain dari transformasi digital di UMS ditandai juga dengan diluncurkannya aplikasi MyAgenda, sebuah sistem informasi berjenis digital planner yang berfungsi untuk mengurangi tingkat redundansi dari kegiatana-kegiatan unit kerja di UMS. Dikarenakan banyaknya unit kerja dan masih terbatasnya pola koordinasi lintas bidang dari unit-unit kerja tersebut, UMS sering mengalami kendala berupa jadwal kegiatan yang sering bertubrukan, hal ini menyebabkan kurang maksimalnya pelaksanaan kegiatan baik itu di tingkat prodi, fakultas maupun unit di tingkat universitas. MyAgenda hadir untuk mengisi gap tersebut dan diharapkan mampu menjadi penghubung yang dapat memberikan manfaat bagi stakeholder. MyAgenda sendiri dikelola oleh BPP dan akan dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan oleh staf administrasi di setiap prodi, fakultas dan biro/lembaga.

Komitmen untuk Mendorong Pengembangan Budaya Riset
Pada hari kedua pelaksanaan, UMS menghadirkan Prof. Brian Yuliarto, Dekan Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam sesi khusus bertajuk “Research Network and Management”. Dalam paparannya, Prof. Brian yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PWM Jawa Barat, menekankan pentingnya penguatan budaya riset dan pembangunan laboratorium sebagai pilar utama kemajuan universitas. Ia menyampaikan bahwa di banyak kampus besar dunia, para peneliti lebih dikenal dibandingkan pejabat struktural karena kontribusi mereka dalam menciptakan terobosan ilmiah melalui laboratorium unggulan. “Laboratorium harus menjadi tempat paling nyaman dan bergengsi di kampus, karena di sanalah pusat lahirnya inovasi,” ujar Brian. Wakil Rektor V UMS, Supriyono, yang menjadi moderator sesi tersebut, menyambut hangat gagasan ini. Gagasan ini mempertegas arah strategis UMS dalam menjadikan riset sebagai jantung universitas serta menjalin sinergi Muhammadiyah untuk membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan.
Mengaktifkan Kembali Usulan RPID
Salah satu tindak lanjut baru yang menjadi sorotan adalah pengaktifan kembali pengajuan Rencana Pengembangan Individual Dosen (RPID) pada Tahun Akademik 2024–2025. RPID merupakan dokumen perencanaan yang disusun secara mandiri oleh dosen, yang memuat strategi pengembangan karier dan kompetensi dosen dalam bidang tridharma perguruan tinggi khususnya dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pelatihan kompetensi dosen. Dengan adanya RPID, UMS berharap pengembangan SDM dosen menjadi lebih terarah dan selaras dengan indikator kinerja universitas.

Administrasi dan Perencanaan
Hasil utama dari Rakerpim 2024 adalah penyusunan dokumen yang lebih terperinci dibandingkan tahun sebelumnya. Rencana operasional yang telah dibahas di Rakerpim 2024 disajikan dalam enam bagian sesuai komisi yang membahas isu-isu strategis, antara lain:
-
Pendidikan dan Pengajaran: fokus pada implementasi OBE, MBKM, dan penguatan kelas internasional.
-
Penelitian, Pengabdian dan Publikasi: penambahan jurnal Sinta & Scopus, hilirisasi produk riset.
-
Keuangan dan Sarpras: program toilet dan air bersih, pembangunan gedung baru, dan integrasi dana non-SPP.
-
Kemahasiswaan: SMHWS, career plan, inkubator bisnis fakultas, sertifikasi mahasiswa.
-
SDM dan AIK: penerapan KPI dosen, optimalisasi AIK, pembaruan statuta dan lima hari kerja.
-
Internasionalisasi & Branding: pemeringkatan QS, SDGs, dan keamanan data melalui integrasi IT.
Hasil Rakerpim ini nantinya digunakan pembaruan buku panduan penyusunan Rencana Pengembangan Program Studi (RPPS), Rencana Pengembangan Unit Pengelola Program Studi (RPUPPS), dan Rencana Pengembangan Unit Pendukung Akademik (RPUPA) agar lebih komprehensif.
Selain itu, pelaksanaan review RPPS, RPUPPS, dan RPUPA diperbarui menjadi dua tahapan untuk tahun akademik 2024–2025:
-
Review Tahap I (pengusulan kegiatan dan anggaran) dilaksanakan secara serentak pada 19–21 September 2024 di Ruang Meeting lantai 2 Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS.
-
Review Tahap II (finalisasi perbaikan) dilaksanakan secara serentak pada 23–25 September 2024 melalui platform Zoom Meeting.
Pelaksanaan Review secara serentak bertujuan selain untuk mempercepat proses pengusulan juga untuk mempermudah koordinasi lintas unit saat proses penyusunan rencana pengembangan, baik bagi pengusul maupun reviewer kegiatan dan keuangan. Dengan pendekatan ini, proses pengajuan rencana pengembangan di UMS dapat berjalan lebih lancar dan kegiatan-kegiatan dari seluruh unit kerja dapat dilaksanakan dengan lebih optimal.

