Yogyakarta, Maret 2025 – Data terbaru dari Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah menunjukkan perkembangan signifikan jumlah dan kinerja Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang kini mencapai 162 institusi, tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan 1 di Malaysia. Dari jumlah tersebut, 152 merupakan PTM dan 10 adalah PTA.
memiliki mahasiswa aktif dengan total 658.259 orang, PTMA memainkan peran penting dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional. Jumlah mahasiswa asing mencapai lebih dari 3.342 orang, sementara mahasiswa nonmuslim tercatat lebih dari 4.500, menunjukkan inklusivitas yang berkembang di lingkungan PTMA.
Dari sisi sumber daya manusia, terdapat 19.736 dosen di PTMA, dengan 4.268 di antaranya bergelar doktor dan 410 menyandang jabatan guru besar. Jumlah program studi (prodi) mencapai 2.205, didominasi oleh rumpun Kesehatan, Pendidikan, dan Sosial Humaniora.
Peran Vital Bidang Perencanaan dan Pengembangan PTMA
Dalam mendukung pencapaian kinerja tersebut, bagian perencanaan dan pengembangan di masing-masing PTMA memiliki tanggung jawab strategis untuk:
-
Menyusun peta jalan pengembangan kelembagaan, termasuk rencana jangka panjang, rencana strategis, maupun rencana operasional PTMA
-
Menyelaraskan kebijakan internal dengan target nasional dan global, terutama dalam konteks akreditasi internasional, peningkatan kapasitas riset, dan internasionalisasi kampus.
-
Mengakomodasi perencanaan untuk peningkatan mutu program studi, fakultas, maupun unit pendukung akademik.
Peringkat Global dan Tantangan ke Depan bagi UMS
Beberapa PTMA telah masuk dalam pemeringkatan global bergengsi, seperti Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings, termasuk Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Hal ini menjadi indikator bahwa peran perencanaan yang tepat dapat mendorong daya saing institusi di level internasional. Dengan dinamika perkembangan tersebut, bagian perencanaan dan pengembangan di PTMA diharapkan mampu terus menganalisis data kinerja secara berkala, menetapkan indikator Renstra yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, serta memastikan arah kebijakan universitas tetap sejalan dengan visi Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan dalam bidang pendidikan.
ada163

