
Surakarta, 4 Maret 2026 – Penguatan pendapatan non-SPP dan tata kelola usaha menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Workshop Strategi dan Tata Kelola Usaha Guna Peningkatan Pendapatan Berkelanjutan yang dilaksanakan di Ruang Seminar Pascasarjana lantai 5 Gedung Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMS ini dihadiri pimpinan universitas, dekan fakultas, pimpinan unit, serta perwakilan lembaga di lingkungan UMS. Forum tersebut menjadi ruang diskusi bersama dalam membahas peluang usaha, optimalisasi aset universitas, serta penguatan sumber pendapatan berkelanjutan di luar SPP.
Pada pengantar kegiatan, Kepala BPP UMS, Ir. Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., menekankan pentingnya financial sustainability universitas melalui diversifikasi sumber pendapatan. Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki UMS, seperti aset, layanan profesional, laboratorium, hasil riset, dan unit usaha yang telah berjalan masih dapat dioptimalkan untuk mendukung keberlanjutan pembiayaan universitas.
Workshop dibuka oleh Sekretaris Universitas, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya disampaikan bahwa UMS telah memiliki sejumlah aset dan unit usaha yang berjalan, di antaranya Edutorium, AHASS UMS Motor, UMS Bookstore, serta rencana pengembangan Graha 58. Namun demikian, diperlukan penguatan koordinasi, tata kelola, dan inovasi agar pengelolaannya dapat berjalan lebih optimal.

Pada sesi materi, Ir. Agung Purnomo membahas inovasi dan kewirausahaan dalam pengelolaan usaha di lingkungan perguruan tinggi. Ia menjelaskan peluang pengembangan usaha berbasis aset dan teknologi seperti layanan digital, industri kesehatan, inkubasi startup, hingga pengembangan ekosistem bisnis berbasis teknologi. Selain itu, pemanfaatan aset universitas secara produktif dinilai dapat mendukung peningkatan pendapatan jangka panjang.
Materi berikutnya disampaikan oleh Pramudi Ringga Permana, M.B.A., terkait tata kelola dan pengembangan profesionalisme usaha. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya pengelolaan usaha yang profesional dan terukur melalui model bisnis yang jelas, pengelolaan yang efektif, serta kemampuan membaca peluang pasar. UMS juga dinilai memiliki peluang pada sektor pendidikan dan layanan profesional berbasis digital yang selaras dengan perkembangan industri saat ini.
Sementara itu, Prof. Dr. Bambang Sumardjoko, M.Pd., memaparkan perkembangan usaha BPUI UMS yang saat ini mengelola berbagai unit usaha di bidang kesehatan, perdagangan, properti, makanan dan minuman, serta berbagai layanan jasa. Selain penguatan tata kelola, BPUI juga terus mendorong optimalisasi aset dan pengembangan jejaring kerja sama sebagai bagian dari upaya peningkatan pendapatan universitas.

Selain pemaparan materi, workshop juga dilanjutkan dengan sidang komisi yang membahas inovasi dan komersialisasi hasil riset, strategi pengelolaan usaha BPUI, serta keterlibatan fakultas dalam pengembangan usaha. Berbagai gagasan yang muncul dalam sidang komisi antara lain penguatan kerja sama industri, pengembangan layanan profesional, optimalisasi aset universitas, hingga penguatan tata kelola usaha di lingkungan UMS.
Melalui workshop ini, berbagai masukan dan hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi dan penguatan tata kelola usaha guna mendukung peningkatan pendapatan berkelanjutan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
lm908

