
Surakarta, 20 Januari 2026 – Sebagai bagian penting dalam dinamika akademik, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukuhkan 5 guru besar melalui Sidang Senat Terbuka. Kegiatan tersebut berlangsung pada Hari Selasa (20/1/2026) bertempat di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan. Pengukuhan ini menjadi momentum penting UMS dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kontribusinya dalam dunia akademik nasional.
Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan strategis untuk menjawab tantangan global melalui riset dan inovasi. Lima guru besar tersebut adalah:
- Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si. sebagai Guru Besar UMS ke-66 dengan karya “Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi (Technopreneurship), Menuju Kemandirian Lulusan (Potensi dan Tantangannya)”;
- Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. sebagai Guru Besar UMS ke-67 melalui karya “Hidup Berdampingan dengan Risiko Bencana: Ikhtiar Menuju Masyarakat Tangguh Bencana”;
- Prof. Heru Supriyono, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar UMS ke-68 dengan karya “Aplikasi Instrumentasi dan Kendali dalam Berbagai Bidang di Era Internet of Things (IoT) untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”;
- Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SST.FT., Ftr., M.Kes. sebagai Guru Besar UMS ke-69 dengan karya “Neurorestorasi Pasca Stroke: Strategi Fisioterapi untuk Meningkatkan Fungsi Optimal”; serta
- Prof. Andri Nirwana, S.Th., M.Ag., Ph.D. sebagai Guru Besar UMS ke-70 melalui karya “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”.
Secara khusus, pengukuhan Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. memiliki makna strategis bagi Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP). Hal tersebut dikarenakan Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Akademik Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMS. Pidato pengukuhannya yang berjudul “Hidup Berdampingan dengan Risiko Bencana: Ikhtiar menuju Masyarakat Tangguh Bencana” menegaskan keterkaitan erat antara pengembangan keilmuan, perencanaan akademik, dan peran universitas dalam menjawab tantangan kebangsaan.
Dalam pidatonya, Prof. Eko menekankan bahwa risiko bencana merupakan keniscayaan yang tidak untuk dihindari, melainkan dihadapi melalui ikhtiar berbasis ilmu pengetahuan, pengambilan keputusan yang terencana, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMS memiliki potensi besar untuk terus menambah jumlah guru besar. Apresiasi juga disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menilai UMS sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah dengan jumlah guru besar terbanyak, sekaligus mendorong penguatan riset yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan lima guru besar tersebut. Hingga saat ini, UMS telah memiliki 70 guru besar dan akan terus meningkatkan percepatan capaian melalui kolaborasi lintas disiplin dan integrasi keilmuan di seluruh sivitas akademika.
cs153

